RENUNGAN TENTANG UMUR MANUSIA – UMUR KETIGA

Assalamualaikum semua. Jumpa lagi kita semua. Moga semua pembaca blog ini dikurniakan kesihatan yang baik agar dapat terus beribadah kepada Allah S.W.T.

Bercerita kita tentang umur kedua yang lalu maka telah kita dapat pelajari sesuatu ilmu yang baru. Pecahan umur kedua itu terpecah kepada 5 menurut Ibnul Jauzi
iaitu:-

1. Masa kanak-kanak; dari sejak dilahirkan hingga mencapai umur lima belas tahun
2. Masa muda; dari umur limabelas tahun hingga umur tigapuluh lima tahun
3. Masa dewasa; dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun
4. Masa tua; dari umur limapuluh tahun hingga umur tujuhpuluh tahun
5. Masa usia lanjut; dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang ditentukan oleh Allah SWT.

Maka hari ini kita sambung kembali pembacaan kita tentang peringkat umur ini di dalam bab Umur ketiga. Selamat membaca dan memahaminya.

………………………………………………………………………….

UMUR KETIGA

Tahapan umur ketiga dimulai yaitu saat manusia meninggalkan dunia ini, hingga ia dibangkitkan dari kubur dengan tiupan sangkakala. Ini dinamakan alam Barzakh. Berfirman Allah SWT: “… Dan di belakang mereka ada Barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS 23:100)

Jasad atau tubuh akan ikut merasakan kenikmatan dan kesengsaraan ketika masih hidup, dan hancur luluh saat mati namun ruh akan tetap kekal, sedangkan yang menjadi saksi keberadaan kita hanyalah ajbudz-dzanab (tulang-ekor) dan dari inilah tubuh manusia akan dihimpun kembali dan menuju tempat kebangkitan.

Lain halnya dengan jasad para Nabi, mereka dikecualikan dari semua ini dan mereka tetap hidup dalam kubur. Demikian pula para syuhada yang gugur dalam jihad.

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki.” (QS 3:169)

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bahwa ruh para syuhada tersebut bersemayam dalam perut burung-burung yang berwarna hijau, berterbangan di dalam surga dan tinggal di dalam lampu-lampu yang tergantung di ‘Arsy. (HR Tirmidzi)

Sedangkan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggal mati saudaranya maka mereka berkewajiban: Mengantarkan jenazah sampai ke kuburnya. “Orang yang mengantar jenazah seorang Muslim hingga dishalatkan, maka baginya satu qiraat pahala. Jika ia menunggu sampai jenazah itu dikuburkan, ia mendapat dua qiraat. Dan setiap satu qiraat nilainya sebesar gunung Uhud.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi) “Barangsiapa mengantarkan jenazah saudaranya yang Muslim, maka Allah akan memerintahkan para malaikat untuk mengantarkan jenazahnya dan menyembahyangkannya kelak apabila ia mati.” HR Bukhari dan Nasa-i) Mempercepat pengurusan jenazah “Apabila pengurusan jenazah telah selesai dan bila ia sedang dipikul orang banyak (ke kubur), maka bilamana ia adalah jenazah orang yang saleh, ia akan berkata: ‘Segerakanlah aku, segerakanlah aku ke kubur. Tetapi bilamana ia bukan seorang yang saleh, ia akan berkata:’Celaka aku! ke mana kalian akan membawaku pergi ?’ (HR Bukhari dan Nasa-i)

Bersabda Rasulullah saw: “Percepatlah (mengurus) jenazah. Jika ia termasuk manusia saleh maka sebaiknya kamu menyegerakannya ke kubur agar ia segera menjumpai kebaikan yang tersedia baginya. Jika ia bukan manusia saleh maka ia adalah suatu bencana yang sebaiknya kamu hindarkan dari atas pundakmu.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi)

Seorang jenazah mengenali dan merasakan siapa yang memandikan, mengafani dan menurunkannya ke liang lahat. Diriwayatkan bahwa ruh orang mati itu berada dalam genggaman malaikat yang mengiringi jenazah itu dan mendengar segala yang dikatakan orang tentang si jenazah tersebut. (HR. Ahmad)

Apabila lubang kubur telah rata dengan tanah hendaklah jenazah tersebut didoakan karena ia sedang berhadapan dengan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menanyakan kepadanya tentang Siapa Tuhannya? Apa agamanya? dan Siapa Nabinya? Orang yang diberi keteguhan dan rahmat oleh Allah akan mudah menjawab pertanyaan tersebut namun orang yang sering lalai dalam mengingat Allah akan menerima siksa kubur dengan berbagai adab. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Bersabda Rasulullah saw.: “Tiada pemandangan yang pernah kulihat lebih menyeramkan daripada kubur.” Usman bin Affan ra., setiap kali berada di kuburan selalu mengucurkan airmata hingga membasahi janggutnya. Ketika beliau ditanya orang:”Bila mengingat surga dan neraka, anda tidak pernah menangis seperti ini, apa sebabnya?” maka beliau berkata:”Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Kubur itu adalah tempat pemberhentian pertama dari tempat-tempat di akhirat. Siapa selamat di situ maka setelah itu semuanya akan menjadi lebih mudah dan ringan baginya. Tetapi siapa gagal, maka tempat-tempat setelah itu akan dirasa lebih berat.”

“Sesungguhnya di dalam kubur itu akan dijumpai himpitan. Jika ada orang yang bisa selamat daripadanya,maka selamatlah Sa’ad bin Mu’adz daripadanya.” (Sa’ad bin Mu’adz adalah seorang sahabat besar yang menurut sebuah riwayat yang menyebabkan terguncangnya ‘Arsy ketika beliau meninggal)

Siksa Kubur

Diberitahukan bahwa siksa kubur itu disebabkan tiga hal yaitu: Ghibah (pergunjingan), Namimah (Fitnah) dan tidak cukup membersihkan diri dari kencing. Hal ini tersebut pada sabda Nabi: “Kebanyakan siksa kubur disebabkan tidak cukup membersihkan diri dari kencing.”

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah mendengar dua orang laki-laki sedang disiksa di dalam kubur mereka, lalu beliau meminta setangkai ranting pohon kurma dan ditancapkannya di atas kubur tersebut seraya berkata:”Semoga mereka berdua diringankan dari siksa selama ranting-ranting ini masih segar. Sesungguhnya kedua orang itu disiksa bukan karena berbuat dosa besar. Seorang di antara keduanya suka melontarkan fitnahan dan yang satu lagi tidak memelihara kebersihan diri dari kencing.”

Diriwayatkan bahwasannya Sa’ad bin Ubadah r.a. berkata kepada Rasulullah saw.: “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba. Sekiranya ia masih sempat berbicara niscaya ia akan bersedekah. Dapatkah aku bersedekah untuknya..?” Beliau menjawab: “Ya!” Maka Sa’ad pun menggali sebuah sumur dan menyedekahkannya atas nama ibunya. (HR. Bukhari, Muslim, Nasa-i, Abu Daud dan Ahmad)

Berkata seorang laki-laki kepada Rasulullah saw.: “Ya Rasulullah! Ibu-Bapakku telah meninggal dunia, adakah suatu bakti yang dapat kulakukan untuk mereka?” Jawab Rasulullah: “Empat hal yang dapat kau lakukan: berdo’a dan beristighfar bagi keduanya, melaksanakan pesan-pesan mereka, berbuat baik kepada kawan-kawan mereka dan menghubungkan tali silaturrahmi yang tidak bersambung kecuali karena dengan perantaraan keduanya.” Rasulullah saw. juga pernah bersabda: “Kalau tidak karena adanya orang yang hidup, maka binasalah orang yang telah mati.” Pernyataan beliau mempunyai maksud bahwa selamatlah orang yang telah mati karena adanya do’a dan istighfar dari orang yang masih hidup.

Bersabda Rasulullah saw.: “Umatku adalah umat yang dirahmati. Mereka masuk ke dalam kubur dengan dosa-dosa setinggi gunung dan keluar dari sana dalam keadaan terampuni segala dosanya, yaitu dengan adanya istighfar, sedekah, do’a dan bacaan Al-Qur’an yang dilakukan orang-orang yang hidup untuk mereka. Para malaikat membawa semua itu dalam pinggan-pinggan besar terbuat dari cahaya yang ditutup dengan kain sutra sambil berkata kepada mereka yang menrimanya:’Inilah hadiah yang dikirim si Fulan untukmu.’ Maka si penerima akan merasa senang dan gembira.”

Ziarah Kubur

Ziarah kubur merupakan sunnah Rasul, telah bersabda beliau: “Ziarahilah kubur-kubur karena yang demikian itu mengingatkan kamu akan mati.” “Dahulu aku melarang kamu ziarah ke kubur maka sekarang ziarahlah, karena hal itu akan menjadikan kamu zuhud di dunia dan mengingatkan kamu akan akhirat.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Daud dan Nasa-i)

“Tiada seorangpun yang menziarahi kubur saudaranya dan duduk di sisinya, melainkan ia (si penghuni kubur) akan merasa tenteram dan senang kepadanya dan ruh-nya dikembalikan ke tempat itu sampai yang berziarah itu bangun dari duduknya.” (HR. Ibnu Abi’ddunia)

“Mayat di dalam kubur akan merasa tenteram dan senang sekali apabila orang yang sangat dicintainya di dunia dahulu datang menziarahinya.”

Apabila sedang berziarah atau melewati kuburan dianjurkan untuk membaca do’a: “Assalamualaikum daaroqawmin mu’miniina wa atakum maa tuu’aduna ghadan mu’ajjaluuna wa inna insya’allaahu bikum laa hiquuna antum lanaa salafun wanahnu lakum taba’un nas’alullaaha lanaa walakumul’afiyah allaahummaghfirli lana walahum. “

Salam sejahtera atas kamu, wahai penghuni tempat kaum mukminin. Esok akan datang kepadamu apa yang telah dijanjikan. Kamu telah pergi dan kami insya Allah akan menyusulmu. Kamu adalah orang-orang yang terdahulu dan kami adalah orang yang mengikuti kemudian. Kami memohon keselamatan bagi kami dan kamu. Ya Allah, ya Tuhan kami! Berilah ampunan bagi kami dan bagi mereka.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Bersabda Rasulullah saw.: “Sesungguhnya semua amalan kamu ditunjukkan kepada keluarga dan kerabat kamu yang sudah mati. Jika amalan itu baik, mereka bergembira. Tapi jika amalan itu buruk, maka mereka berseru kepada Allah SWT:”Ya Allah, ya Tuhanku! janganlah Engkau wafatkan mereka sehingga Engkau memberi mereka petunjuk, sebagaimana engkau memberi kami.”

“Amalan-amalan manusia dihadapkan kepada Allah SWT. pada tiap-tiap hari Senin dan Kamis. Juga kepada para nabi dan ibu-bapak pada tiap-tiap hari Jum’at. Mereka akan bergembira melihat kebaikan-kebaikannya, wajah-wajah mereka akan bertambah dengan nur dan cahaya. Maka hendaklah kamu sekalian bertakwa kepada Allah dan jangan sekali-kali menimbulkan gangguan bagi orang-orang yang telah mati diantara kamu.”

Ketahuilah bahwasannya seluruh mahluk akan berkumpul di Barzakh pada masa antara dua tiupan sangkakala sebab di waktu itu sudah tidak ada lagi mahluk yang hidup, semuanya telah mati. Allah SWT berfirman: “Dan ditiupkanlah sangkakala, maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS. 39:68) “Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (QS. 36:51) Inilah yang disebut dengan kiamat (kebangkitan) pertama yang sesudah itu akan akan berlangsung kiamat (kebangkitan) kedua yaitu semua yang mati akan dihidupka kembali atas izin Allah SWT. “… Kemudian ditiuplah sangkakala itu sekali lagi maka merekapun bangkit dan menunggu.” (QS. 39:68) Dan jarak diantara kedua tiupan sangkakala tersebut masanya kurang lebih empatpuluh tahun.

Bersabda Rasulullah saw.: “Akan muncul Dajjal di antara umatku, maka ia akan tinggal selama empatpuluh.” (Perawi hadist ini bimbang dengan maksud dari empatpuluh tersebut mungkin empatpuluh hari, empatpuluh bulan atau empatpuluh tahun) “Kemudian Allah SWT akan membangkitkan kembali Isa bin Maryam as. dan ia menyerupai Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi ra. maka dialah yang akan mencari Dajjal dan membinasakannya. Sesudah itu semua mahluk akan hidup selama tujuh tahun, tidak ada permusuhan antara satu dengan yang lain. Kemudian Allah SWT akan mendatangkan angin sejuk dari arah negeri Syam, yang mewafatkan setiap orang yang di dalam hatinya bersemayam iman dan kebaikan walaupun sebesar dzarrah. Sehingga andaikata seseorang dari kamu mencoba melarikan diri ke perut gunung, angin sejuk itu akan mewafatkanmu juga. Maka yang tinggal pada masa itu hanyalah orang-orang jahat selincah burung, seganas binatang buas, tidak pernah mengenal kebajikan, dan tidak pula mencegah kemunkaran. Setan pun akan menjelma dalam tubuh mereka seraya berkata kepada mereka: “Tidaklah kalian mau menerima seruanku?” Mereka lalu menjawab: “Kami masih belum tahu apa yang diperintahkan kepada kami.” Maka setan akan menyuruh mereka agar menyembah berhala-berhala terbenam dalam kekayaan harta dan kemewahan hidup dunia.

Kemudian ditiuplah sangkakala dan setiap orang yang mendengar akan berpaling dan mengangkat lehernya (mencari suara itu). Kemudian semua manusia tersentak pingsan, setelah itu Allah SWT menurunkan hujan rintik-rintik seperti embun dan hiduplah kembali manusia. Ketika itu sangkakala ditiup untuk kedua kalinya lalu semua mahluk akan bangkit dan menunggu. “Kami biarkan mereka di hari itu bercampur-aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (QS. 18:99)

Kemudian dikatakan kepada semua yang ada di situ: “Wahai manusia sekalian! Kemarilah kepada Tuhan kamu.”

“Dan tahanlah mereka sekalian, sesungguhnya mereka akan ditanya.” (QS. 37:24)

Kemudian terdengar suara:”Sisihkanlah dari kelompok yang akan dilemparkan ke dalam api neraka itu!” Suara lain bertanya: “Berapa … berapa …?” Maka dijawab:”Dari tiap seribu orang sisihkan sembilan ratus sembilanpuluh sembilan orang.” Merekapun lalu dipanggil satu persatu dan itulah hari yang tersebut dalam firman Allah SWT:”Pada hari betis disingkapkan…” (QS. 68:42) ” … hari dimana anak-anak kecil beruban.” (QS. 73:17)

Bersabda Rasulullah saw.: “Tak seorangpun yang mengucapkan:’Laa ilaaha illallah’ masih hidup ketika hari kiamat tiba.” “Maka yang tinggal hanyalah orag-orang jahat belaka. Mereka berselisih sendiri laksana keledai-keledai yang sedang berkelahi. Atas mereka inilah akan terjadi kiamat.”

Bersabda Rasulullah saw.: “Pada hari kiamat Allah SWT akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya lalu berkata:’Aku adalah Raja DiRaja’ Di manakah raja-raja di bumi?” (HR. Bukhari, Muslim)

“Allah akan melipat lapisan langit di hari kiamat, lalu menggenggamnya dengan ‘tangan kanan’-Nya seraya berkata: ‘Aku adalah Raja DiRaja! dimanakah para raja yang mengagungkan diri? Dimanakah orang-orang yang menyombongkan diri?’ Kemudian Dia melipat bumi dengan ‘tangan kiri’-Nya seraya berkata: ‘Akulah Raja DiRaja! dimanakah para raja yang mengagungkan diri? Dimanakah orang-orang yang menyombongkan diri?” (HR. Muslim) “Di suatu masa Islam akan luntur sebagaimana pakaian menjadi luntur, sehingga tiada lagi orang yang mengetahui apa itu puasa, apa itu sembahyang, apa itu haji dan apa itu sedekah. Maka diangkatlah Al-Qur’an pada suatu malam, dan tidak ada satu ayatpun yang masih ada di muka bumi. Dan akan tinggal beberapa kelompok manusia, diantaranya orang-orang tua renta yang tidak berdaya lagi dan mereka itu berkata:’Kami dapati bapak-bapak kami mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’, maka kamipun mengucapkannya.”

Tanda-tanda kiamat

Berkata Rasulullah saw.: “Kamu takkan melihat hari kiamat hingga kamu melihat sepuluh tandanya terlebih dahulu; ‘terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, datangnya dukhan (asap), lalu Dajjal, lalu dabbah (binatang yang berkata-kata), lalu tiga gerhana (gerhana di timur, di barat dan di semenanjung Jazirah arab), munculnya Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, dan terakhir adalah api yang keluar dari bumi Aden di Yaman.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Daud dan Nasa-i)

Kedatangan hari kiamat hanya Allah SWT sajalah yang tahu; “…Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanyalah pada Tuhanku; tidak ada seorangpun yang dapat mengungkapkan waktu kedatangannya selain Dia …” (QS. 7:187)

“…Dan pada-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat.” (QS. 43:85)

kembali ke umur ke-2

Reblog this post [with Zemanta]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: